“Allah menyukai orang-orang yang sabar”, demikianlah statement Allah swt dalam surat Ali Imran 146, dan banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan keutamaan kesabaran dan bahkan dikatakan akan Allah swt akan selalu bersama-sama orang yang sabar. Ada beberapa macam sabar, diantaranya sabar ketika kita ditimpa musibah dalam bentuk sakit. Al-Junaid Al-Bahdady pernah mengungkapkan tentang musibah atau yang ditimpakan pada seseorang: “Bala adalah lampu bagi orang-orang arif, kebangkitan orang-orang yang menghendaki Allah, kebaikan orang-orang yang mukmin tetapi kebinasaan bagi orang-orang yang lengah. Tidak akan dapat menemukan kemanisan iman seseorang hingga dia kedatangan bala, lalu dia ridho dan bersabar”. Jadi hendaklah kita selalu bersabar ketika menerima cobaan Allah swt dan janganlah berkeluh kesah, karena semua bala yang kita terima itu adalah semua rencana Allah swt terhadap diri kita. Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt berfirman secara tegas bagi orang yang tidak bersabar dan berkeluh kesah serta tidak bersyukur: “Barangsiapa yang tidak puas dengan qadha-Ku dan tidak bersyukur kepada pemberian-Ku, Hendaklah dia mencari Tuhan selain Aku”
Bahkan dalam suatu hadits yang diriwyatkan dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah saw menyatakan bahwa amalan orang yang sedang sakit itu diberi ganjaran dua kali lipat orang yang sehat dan juga beliau menyatakan bahwa orang yang sakit itu (walaupun yang tertusuk duri) akan di hapuskan oleh Allah swt dosanya seperti rontoknya dedaunan dari pohonya. (HR Bukhari dan Muslim) Jadi tiada dalih lain bagi kita untuk berkeluh kesah kecuali harus selalu bersabar ketika ditimpakan musibah sakit atas diri kita.
.jpg)
No comments:
Post a Comment